Penimbunan Jalan Poros di Kecamatan Sungai Apit Diduga Gunakan Tanah Tidak Memiliki Ijin

Wartautama.co (Siak) – Penimbunan Jalan Poros di Kecamatan Sungai Apit diduga gunakan tanah timbun tidak memiliki ijin, Jum’at (26/08/2022).

Proyek Pembangunan Jalan Kampung Harapan dan teluk Masjid yang dimenangkan salah satu PT Modren Widya Tehnical yang ada di Kecamatan Sungai Apit, yang mengunakan dana APBD Kabupaten Siak tahun 2022 diduga mengunakan tanah timbun yang ada di Dayun, dan diduga tidak memiliki izin.

Pantauan awak media wartautama.co di lapangan, tanah yang di masukan untuk penimbunan jalan poros Kecamatan Sungai Apit tersebut diduga tidak sesuai hasil LAB.

Terlihat tanah yang di masukan untuk penimbunan jalan mengunakan tanah itu bukan Timek, tapi tanah kuning bercampur lumpur dan di Belending dengan batu kerikil terlihat jelas di lapangan.

Tanah timbun yang di suplai oleh Pihak kedua itu sudah jelas melanggar pasal 158 UU RI tentang pertambangan bisa terkena pidana 10 tahun penjara, meski itu bukan lahan tambang.

Akibat mengunakan tanah timbun diduga tidak berizin ini, jalan yang di bangun oleh Pemerintah Kabupaten Siak itu menjadi salah satu dambaan Warga masyarakat  Kecamatan Sungai Apit, kini mulai menjadi sorotan sejumlah pihak, pasalnya mengunakan tanah tersebut.

Khusunya terkait tanah timbun yang diperuntukan untuk menimbun sebagai alas sebagai dasar samping kiri dan kanan badan jalan itu, tanahnya diangkut menggunakan armada jenis dam truk fuso diduga dari tempat Galian C tak berizin dari Kecamatan Dayun.

Saat awak media bertemu salah satu penyuplai tanah timbun di kecamatan Sungai Apit yang tidak mau di sebutkan namanya, iya menjawab itu bukan saya sendiri yang masuk kan tanah timbunnya bang saya dua orang salah satunya dari oknum wartawan yang ada di Siak inisial SN masalah izin itu saya tidak tau bang, saya hanya memasukkan tanah aja atas perintah perusahaan PT Modren aja sebutnya.

Saat awak media mencoba menghubungi PT Modren Widya Tehnical Raharjo. atau sering di kenal JOJO, iya belum siap memberi keterangan terkait tanah mana yang di ambil untuk menimbun jalan tersebut. “Saya masih di Jawa pak, urusan keluarga,” sebutnya.

Ketua Persatuan wartawan Republik Indonesia (PWRI) Siak, Buyung dan ketua Persatuan Wartawan Media Online Indonesia Kabupaten Siak (PW.MOI) sangat menyayangkan terkait masalah tanah timbun itu, kalau memang benar tanah itu tidak memiliki izin maka segera di tindak lanjuti kepada instansi terkait, kalau itu memang benar tak mengantongi izin kalau memang ada izin harus di tunjukan ke kami agar masyarakat juga tahu.

Sedangkan Kepala Dinas Satu Pintu Kabupaten Siak Saat di hubungi Media Robyati mengaku,kalau Kabupaten tidak ada mengeluarkan izin galian C.

“Yang ada Galian C untuk daerah itu adalah wewenang Provinsi Riau tidak ada di Kabupaten Siak,” sebutnya.

Penulis: Wardani
  

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
BERITA TERKAIT
- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_img
BERITA TERBARU
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here