- Advertisement -spot_img
BerandaDakwahMillah Abraham Bukanlah Ajaran Sesat dan Menyesatkan

Millah Abraham Bukanlah Ajaran Sesat dan Menyesatkan

Wartautama.co – Dewasa ini membuat kita terheranheran bagaimana mungkin orang-orang yang berilmu tentang agama menuduh bahwa Millah Abraham adalah ajaran sesat dan menyesatkan. Tidakkah mereka membaca Al Quran bahwa Ibrahim adalah seorang muslim yang hanif dalam pengertian tidak tercemar oleh ajaran syirik sedikitpun. Bagaimana mungkin orang yang bersaksi bahwa Muhammad itu adalah utusan Allah menyatakan bahwa Millah Abraham adalah ajaran sesat dan menyesatkan. Bukankah Al Quran sendiri menyatakan bahwa nabi Muhammad adalah salah seorang pengikut dari jalan kebenaran yaitu Millah Abraham sebagaimana firman Allah berikut ini.

Katakanlah: “Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar; agama Ibrahim yang lurus; dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik”. (Qs: Al An’aam [6]: 161)

Dari pernyataan ayat ini cukup jelas dan gamblang bahwa yang dimaksud dengan “shiratal mustaqim” yaitu jalan yang lurus yang selalu diminta oleh manusia sebagaimana permohonan atau doa dalam Al Faatihah “Tunjuki kami jalan yang lurus” itu adalah Millah Ibrahim/Millah Abraham. Dan jalan yang ditunjuki Allah kepada nabi Muhammad yang diistilahkan dengan shiratal mustaqim itu adalah Millah Abraham. Dengan kata lain, agama yang dibawa oleh nabi Muhammad dan diperjuangkannya itu adalah Millah Abraham.

Jika manusia menuduh Millah Abraham sebagai ajaran yang sesat dan menyesatkan yang juga dianut oleh Muhammad Rasulullah berarti para manusia juga menuduh Muhammad Rasulullah yang mengajarkan Millah Abraham adalah sebagai orang yang sesat dan menyesatkan.

Baca Juga: https://wartautama.co/2020/10/27/apakah-shiratal-mustaqim-itu/

Sekali lagi saya mengajak anda semua untuk merenungkan kembali sikap dan keputusan anda yang menyatakan bahwa Millah Abraham itu adalah ajaran sesat dan menyesatkan. Karena dengan pendirian anda yang demikian itu berarti anda pun menuduh Muhammad Rasulullah yang saudara yakini sebagai rasul yang harus menjadi teladan dan ikutan (Q.S Al-Ahzab [33]: 21) adalah sebagai orang yang sesat dan menyesatkan.

Konsekuensinya adalah persaksian anda bahwa Muhammad itu utusan Allah tidak sesuai dengan keyakinan anda yang mengatakan bahwa Millah Abraham adalah sesat dan menyesatkan. Dengan kata lain, iman anda kepada Muhammad sebagai Rasul Allah menjadi gugur. Sekali lagi saya tidak menuduh anda bahwa anda telah mendustakan Muhammad sebagai Rasulullah, ini hanya untuk menjadi renungan dan pemikiran semoga Allah SWT membuka dada saudara dan mencelikkan mata saudara sehingga saudara dapat memahami dan melihat mana nilai-nilai yang hak dan mana nilai-nilai yang batil. Lebih rinci lagi, Allah SWT menyatakan di dalam Qs: An Nahl ayat 123 sebagai berikut.

Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): “Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif.” dan bukanlah dia termasuk orangorang yang mempersekutukan Tuhan (Qs: An Nahl [16]: 123).

Dari ayat ini cukup jelas dan gamblang bahwa Allah SWT memerintahkan kepada Muhammad agar dia sebagai Rasul Allah mengikuti agama Ibrahim (Millah Abraham) yang hanif dan sekali-kali Ibrahim bukan orang yang musyrik. Ternyata Allah SWT menyatakan bahwa Millah Abraham adalah agama yang hanif dan harus diikuti oleh Muhammad Rasulullah.

Bagaimana mungkin orang yang membaca ayat ini menyatakan bahwa agama Ibrahim atau Millah Abraham adalah ajaran yang sesat dan menyesatkan? Termasuk mereka yang menyatakan bahwa ajaran Millah Abraham adalah “sinkritisme” atau pencampuradukan tiga agama Yahudi, Kristen dan Islam.

Melalui tulisan ini saya menyatakan bahwa Yahudi, Nashoro atau Kristen, dan “Islam musyrik Quraisy” bukanlah ajaran Millah Abraham. Yahudi, Nasrani dan orang-orang Islam Quraisy Mekah pada waktu Muhammad hadir di negeri Arab bukanlah Millah Abraham. Ketiganya merupakan penyimpangan dari Millah Abraham yang hanif. Mari kita melihat pernyataan firman Allah Tuan Semesta Alam berikut ini.

Baca juga: https://wartautama.co/2020/06/20/allah-menyatakan-manusia-yang-mempersekutukan-nya-seperti-najis/

Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.” (Qs:Ali Imran [3]: 67).

Millah Abraham bukanlah sinkritisme Yahudi, Nasrani maupun Islamisme

Jadi Millah Abraham ternyata bukan sinkritisme Yahudi, Nasrani maupun Islamisme, tetapi Millah Abraham adalah agama atau keyakinan yang lurus atau hanif. Selanjutnya mari kita lihat pernyataan Allah Tuan Semesta Alam terhadap orang-orang yang membenci Millah Abraham di bawah ini.

Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh (Qs: Al Baqarah [2]:130).

Dari pernyataan ayat ini cukup jelas dan gamblang bahwa siapapun, dimanapun dan kapanpun, orang-orang yang membenci atau mendeskriditkan Millah Abraham sebagai ajaran yang sesat dan menyesatkan merupakan orang yang “safiha nafsahu” atau orang yang memperbodoh dirinya sendiri, karena Al Quran yang tunduk patuh kepada perintah Allah. Ini bisa dipahami seperti pernyataan Al Quran di bawah ini.

Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: “Tunduk patuhlah!” Ibrahim menjawab: “Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam” (Qs: Al baqarah [2]: 131).

Jadi dari ayat ini cukup jelas bahwa Abraham adalah orang muslim dalam pengertian orang yang tunduk patuh kepada perintah dan hukum Allah. Selanjutnya Ibrahim merupakan bapak dari para nabi dan seluruh keturunannya diperintahkan untuk konsisten menjadi orang yang selalu tunduk patuh kepada Allah dengan menjalankan perintah dan menjauhi segala larangannya. Ini bisa dilihat dari pernyataan Al Quran sebagai berikut.

Baca jugahttps://wartautama.co/2020/01/26/jual-beli-yang-mendapatkan-keuntungan-besar-anda-orang-beriman-atau-musrik/

Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam” (Qs: Al baqarah [2]: 132).

Dari ayat tersebut, yang dimaksud dengan “wa antum muslimun” bukanlah orang yang “memeluk” agama Islam atau yang mempunyai KTP beragama Islam, tetapi yang dimaksud adalah orang-orang yang tunduk patuh “aslama” kepada hukum Allah. Selanjutnya ke dua belas anak Yakub yang dikenal dengan “Bani Israel” yang berarti Bani Yakub kemudian menjadi nabi-nabi dan rasul Bani Israel sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang muslim dalam pengertian orang-orang tunduk patuh kepada perintah dan larangan Allah, sebagaimana yang diwasiatkan Abraham. Dari penjelasan Al Quran ini sesungguhnya agama Yahudi dan agama Nashoro (Nasrani) dan orang-orang musyrik Mekah adalah penyimpangan dari Millah Abraham.

Adakah kamu hadir ketika Yakub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishak, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.” (Qs: Al Baqarah [2]: 133).

Demikianlah pernyataan dan penjelasan Allah tentang Millah Abraham menurut kitab suci Al Quran. Pernyataan dari firman Allah ini semakin membuktikan bahwa Millah Abraham adalah jalan kebenaran yang dianut oleh para rasul dan orang-orang benar serta saksi-saksi Allah, termasuk Rasul abad 21 ini sebagai anak bangsa Nusantara yang menganut ajaran Millah Abraham ini. (E:Fzl)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_img
BERITA TERBARU
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here