Soal Penambang Liar di Kecamatan Tualang, Camat dan Satpol PP Segera Tindak Lanjuti

Wartautama.co (Siak) – Pertambangan diduga ilegal berupa pasir, tanah beroperasi bebas di Kecamatan Tualang. Sayangnya para pelaku tambang liar tersebut saat dikonfirmasi tidak berhasil dengan alasan berada di luar kota. Sedangkan pekerja tambang yang mengoperasikan alat berat mengaku diupah oleh salah satu perusahaan sub kontraktor PT. IKPP.

“Saya hanya pekerja pak. Kami bertanggungjawab kepada pemilik alat ini pak. Orang PT itulah pak kalau mau tanya atau mandornya saja pak,” kata pekerja tersebut dan meminta namanya tidak disebutkan, Rabu (13/1/2021) di Kampung Pinang Sebatang Barat.

Sementara itu Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Siak Herianto saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa soal perizinan tambang diatur oleh pihak pemerintah pusat.

“Untuk galian C atau tambang izinnya tidak menjadi kewenangan pemerintah kabupaten Siak, sekarang ini menjadi kewenangan pemerintah pusat. Silahkan dilaporkan saja ke Satpol PP,” ujarnya.

Camat Tualang Zalik Effendi saat dikonfirmasi mengaku telah melaporkan hal tersebut kepada pihak Satpol PP Kabupaten Siak.

“Sudah kita sampaikan kepada pihak Satpol PP,” katanya.

Dihimpun dari berbagai sumber, pertambangan ilegal adalah kegiatan penambangan atau penggalian Sumber Daya Alam (SDA) yang dilakukan oleh perusahaan yang tidak memiliki izin, prosedur operasional, aturan dari pemerintah maupun prinsip penambangan yang baik dan benar atau sering disebut sebagai Good Mining Practice. Terdapat 3 sisi dampak yang diakibatkan oleh pertambangan ilegal, yaitu sisi ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Pertambangan ilegal mengeksploitasi sumber daya alam secara besar-besaran, mendistribusikan, dan menjual hasil tambangnya secara ilegal. Sehingga terhindar dari pajak negara dan merusak harga pasaran, karena hasil yang mereka jual umumnya dibawah harga pasar.

Dampak Lingkungan
Lingkungan menjadi dampak yang paling dirugikan dari pertambangan ilegal. Dampak tersebut diantaranya adalah

Penurunan Kualitas Lingkungan
Sumber Daya Alam (SDA) yang digali secara ilegal akan mengalami degradasi yang parah apalagi beberapa pertambangan ilegal menggunakan sianida dan merkuri yang merusak lingkungan. Tugas pertambangan legal adalah mereklamasi wilayah yang terdampak sehingga bisa memulihkan dampak degradasi lingkungan. Tanah kehilangan unsur hara dan mineral akibat dari limbah pertambangan yang merusak struktur tanah, akibatnya tanah tidak dapat ditanami oleh tanaman kembali dan produktivitas tanaman terhambat.

Pencemaran Lingkungan
Pengelolaan limbah dari aktivitas pertambangan ilegal mempengaruhi aliran sungai dan mengakibatkan penemaran air maupun tanah disekitar wilayah tambang. Apalagi ditambah dengan penggunaan bahan kimia yang tidak adanya batas penggunaannya. Aliran sungai yang membawa limbah pertambangan akan terus mengalir hingga menuju lautan dan mengakibarkan ekosistem air laut rusak dan populasi ikan-ikan juga menurun.

Menyebabkan Longsor dan Banjir
Aktivitas penambangan ilegal di wilayah yang tidak tepat mengakibatkan struktur tanah menjadi labil sehingga menyebabkan longsor. Selain itu, hasil galian yang tidak sesuai dengan aturan pemerintah akan menyebabkan lubang-lubang besar yang tidak ditimbun kembali dengan tanah sehingga saat hujan tiba akan mengakibatkan banjir.

Berkurangnya Populasi dan Habitat Satwa
Pemilihan wilayah yang ilegal tidak akan memikirkan habitat satwa yang terusik, akibatnya banyak fauna dan flora yang hilang bahkan mati akibat rusaknya habitat tempat tinggal mereka karena dampak penambangan.

Dampak Sosial
Selain mengganggu lingkungan, penambang ilegal juga perpengaruh pada aktivitas masyarakat disekitar tambang. Misalnya masyarakat maupun perusahaan yang mengabaikan keselamatan pekerja tambang dan warga disekitar.

Para penambang yang menggali bumi hingga membentuk lubang maupun terowongan mengakibatkan ketersediaan oksigen yang sedikit, penambang yang tidak cukup teredukasi akan terancam keselamatannya. Masyarakat sekitar yang terdampak dari penambangan liar juga terganggu mata pencahariannya karena kerusakan lingkungan yang terjadi.

Dampak-dampak tersebut bisa diminimalisir apabila kegiatan tambang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan pertambangan legal.Perusahaan tambang legal telah diatur oleh peraturan pemerintah, melakukan riset sebelum menentukan dan membuka lahan tambang, mengelolah limbah dan melakukan tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR). (Tim/Red)

KUKERTA UNRI

Tetap Terhubung

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Terbaru

Soal Pekerja Seks Komersial, Dinas Sosial Katakan Hal Ini

Wartautama.co (Siak) - Soal dugaan adanya pekerja seks komersial atau PSK yang berada di kawasan Km 12 Kampung Perawang Barat, Kecamatan Tualang, Siak, pihak...

Polsek Koto Gasib Segera Tindak Pelaku Kulakan

Wartautama.co (Siak) - Terkait temuan pelaku kulakan jenis BBM Premium di SPBU di Kecamatan Koto Gasib, pihak Kepolisian Sektor Koto Gasib segera menindaklanjuti. "Terima...

Soal Penambang Liar di Kecamatan Tualang, Camat dan Satpol PP Segera Tindak Lanjuti

Wartautama.co (Siak) - Pertambangan diduga ilegal berupa pasir, tanah beroperasi bebas di Kecamatan Tualang. Sayangnya para pelaku tambang liar tersebut saat dikonfirmasi tidak berhasil...

Serda Marzuki Imbau Masyarakat di Kampung Mengkapan Tidak Membakar Lahan dan Hutan

Wartautama.co (Siak) – Anggota Koramil 06/Sungai Apit, Kodim 0303/Bengkalis melaksanakan kegiatan Himbauan tentang Larangan membakar lahan dan hutan kepada masyarakat pemilik lahan perkebunan Kampung...

Berita Terkait

Soal Pekerja Seks Komersial, Dinas Sosial Katakan Hal Ini

Wartautama.co (Siak) - Soal dugaan adanya pekerja seks komersial atau PSK yang berada di kawasan Km 12 Kampung Perawang Barat, Kecamatan Tualang, Siak, pihak...

Polsek Koto Gasib Segera Tindak Pelaku Kulakan

Wartautama.co (Siak) - Terkait temuan pelaku kulakan jenis BBM Premium di SPBU di Kecamatan Koto Gasib, pihak Kepolisian Sektor Koto Gasib segera menindaklanjuti. "Terima...

Serda Marzuki Imbau Masyarakat di Kampung Mengkapan Tidak Membakar Lahan dan Hutan

Wartautama.co (Siak) – Anggota Koramil 06/Sungai Apit, Kodim 0303/Bengkalis melaksanakan kegiatan Himbauan tentang Larangan membakar lahan dan hutan kepada masyarakat pemilik lahan perkebunan Kampung...

Pasar Sungai Apit Menjadi Sasaran Pendisiplinan Prokes oleh Babinsa Koramil 06/ Sungai Apit

Wartautama.co (Siak) – Sosialisasi di tempat-tempat keramaian untuk menyampaikan kepada masyarakat agar menjalankan disiplin protokol kesehatan merupakan upaya Babinsa Koramil 06/Sungai Apit Kodim...

Warga Panik, Sijago Merah Mengamuk di Bangko

Wartautama.co (Rohil) - Masyarakat Jalan Bulan RT. 13 RW. 07 Kelurahan Bagan Hulu, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) dihebohkan kejadian Kebakaran hebat beberapa...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini