Tanda Akhir Zaman di Depan Mata, Ini Ramalan Meike Rose

Wartautama.co (Jakarta) – Semua negara di dunia sedang menghadapi musibah yang sama. Tiada satu negara pun yang luput dari Pandemi Covid-19. Perekonomian serempak runtuh. Kejahatan tersebar dimana-mana. Bahkan bencana yang ini belum berakhir, datang bencana yang lain.

Tahun 2020, tahun ini mungkin tahun yang buruk-yang tak disangka-sangka–bagi hampir semua orang. Mungkin sedikit sekali yang sadar, bahwa zaman ini sudah tua, zaman ini telah berbeda. Dan semua bencana ini belum akan berakhir.

Pada Kamis, 8 Oktober, pukul 8 malam, Meike Rose berbagi pesan, bahwa langit telah menunjukkan tanda-tanda sebelumnya. Bumi ini sudah tua. Musibah berdatangan, menyaring mereka yang kan tinggal (bertahan) dan ‘pergi’. Salah satu tandanya adalah, Blood Moon. “Blood moon pertama terjadi bulan Juni 2019. Blood Moon kedua terjadi bulan Mei 2020. Sudah dua kali terjadi dalam 2 tahun. Sudah tanda yang kuat, kalau akan banyak musibah,” ungkap Meike Rose saat berbincang dalam sesi LIVE Instagram bersama @vallesca_world.

Blood Moon diartikan sebagai bulan berdarah. Bagian dari tanda-tanda alam semesta yang mengiringi tanda-tanda akhir zaman. Cuma memang, diakui Meike Rose banyak manusia yang tidak peka atau enggak ‘ngeh’ dengan tanda-tanda alam ini.

“Apa yang terjadi di langit, itu terjadi di daratan. Sesuatu yang terjadi di bumi, akan ada tandanya dulu di langit. Adanya blood moon, biasanya terjadi wabah. Ini sekarang semua terkena musibah Covid-19. Pandemi ini masih panjang. Bukan Cuma masalah penyakitnya saja, tapi juga kejahatan dimana-mana. Itu yang saya sedihkan,” sebut Meike Rose.

Kejahatan yang kita bicarakan, tak usah yang jauh-jauh dulu. Bahkan lingkungan terdekat saja semakin jahat. “Itu tanda-tanda akhir zaman. Akan makin banyak kejahatan, makin banyak pembunuhan. Antara kebenaran dan kejahatan lagi tarik menarik. Antara malaikan dan iblis lagi tarik menarik,” ucapnya. Ia melanjutkan, di masa ini, orang tidak lagi membantu orang lain dengan tulus.

“Contoh saja, ada orang yang membantu korban Covid-19. Tapi membantunya sambil melihat gimana caranya dapat uang,” ujar Meike Rose.

Sebagai seseorang yang kerap bermeditasi, seharusnya Meike tidak boleh mengatakan ini, namun ia perlu mengatakannya agar kita berjaga-jaga, bahwa kondisi saat ini tidak akan membaik dalam waktu dekat.

“Ini kalau saya lihat, akan memburuk, sih. Tapi juga akan membaik untuk hati, dan pikiran kita. Beberapa orang terdorong untuk makin berbagi. Kita juga jadi tahu, mana yang teman bener mana yang bukan.”

Karena keadaan, kita juga dipaksa mau enggak mau jadi pintar. Karena harus bertahan hidup. “Yang tadinya enggak bisa masak, jadi bisa masak. Yang tadinya enggak bisa jualan, jadi bisa jualan, pada akhirnya kita melakukan hal-hal yang positif, di tengah situasi yang sulit, ” ujar Meike Rose.

Meike mengingatkan, sekarang saatnya kita kembali mendekatkan diri kepada Tuhan, menjalin relasi yang baik dengan-Nya. “Ini adalah masa dimana kita hanya bisa menggantungkan diri kita kepada Tuhan.

Kalau kita mengenal Tuhan, maka kita pasti menyayangi diri kita. Nah, kalau kita saja tidak menyayangi diri kita, gimana kita bisa menyayangi orang lain? “Tapi, ya itulah akhir zaman. Kita enggak bisa mengandalkan, mengharapkan orang lain. Mulailah dari diri sendiri, biar kita yang berbuat baik. Mulai dari diri kita yang kembali mendekatkan diri ke Tuhan. Pikiran positif, keberuntungan, itu dari Tuhan, yang punya sumber kehidupan,” tandas Meike Rose.

Sumber: Tabloidbintang.com | Editor: Ferizal

KUKERTA UNRI

Tetap Terhubung

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Terbaru

Baharkam Polri Ungkap 25 Ton Pottasium Chlorate Bom Ikan

Wartautama.co (Surabaya) - Puluhan ton bahan peledak untuk bom ikan diamankan polisi dari sebuah gudang di Margomulyo Surabaya. Dua orang diamankan dalam kasus ini. Kedua...

Dimasa Sulit Akibat Pandemi Covid19, Bisnis Jualan Tanaman Hias Dapat Membantu Perekonomian Ibuk Rumah Tangga Di Pekanbaru

WARTAUTAMA.CO - (PEKANBARU) Di tengah Pandemi Covid19 banyak aktivitas yang sebelumnya biasa saja sekarang menjadi tren salah satunya hobi bercocok tanam. Selain menjadi hobi...

Jajanan Kuliner Pada Masa Pandemi Semakin Banyak di Kalangan Masyarakat Kotapekanbaru

WARTAUTAMA.CO - (PEKANBARU),- Jajanan kuliner pada masa pandemi semakin banyak dikalangan masyarakat,Ketika mendengar kata roti bakar terlintas di pikiran kita bahwa rasa nya yang...

Proses Belajar Tatap Muka, Prokes Di SMK Negeri 1 Tualang Ketat

Wartautama.co (Siak) - Memasuki hari perdana pada proses belajar mengajar secara tatap muka di Sekolah SMK Negeri 1 Kecamatan Tualang, Siak berlangsung dengan lancar....

Berita Terkait

Polri akan Tindak Tegas Penyebar Hoaks Terkait Vaksinasi Covid-19

Wartautama.co (Jakarta) - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tak akan segan-segan menindak pelaku penyebaran berita bohong atau hoaks, terutama terkait vaksinasi Covid-19. Keseriusan ini dilihat...

Komjen Listyo Sigit Silaturahmi ke Mantan Kapolri Minta Doa Restu

Wartautama.co (Jakarta) - Calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo bersilaturahmi sekaligus meminta doa restu kepada sejumlah mantan Kapolri untuk meminta dukungan serta wejangan...

Polri Ambil Langkah Cepat Antisipasi Peningkatan Kasus Covid-19

Wartautama.co (Jakarta) - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) segera mengambil langkah cepat sebagai antisipasi melonjaknya jumlah kasus terkonfirmasi dan kematian akibat COVID-19 periode 1-14...

Raffi Ahmad dkk Didesak Dijadikan Tersangka, Sebab Melanggar Protokol Kesehatan

Wartautama.co (Jakarta) - Ketua Infokom Organisasi Masyarakat (Ormas) Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat IB), Lisman Hasibuan mendesak polisi untuk segera menetapkan Raffi...

Ini Kriteria Orang yang Tidak Boleh Divaksin Covid-19

Wartautama.co (Jakarta) - Vaksinasi COVID-19 di Indonesia sudah mulai berlangsung sejak kemarin, Rabu (13/1/2021). Namun, ada sejumlah kelompok orang yang tidak boleh divaksin COVID-19. Adapun...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini