Kisah Rasul yang Ditindas Penguasa

Wartautama.co – Abdussalam alias Ahmad Musadeq atau lebih kenal oleh pengikutnya Mesias tidak pernah menyesal atas jalan hidup yang dijalaninya. Ia menganggap kehidupan di balik jeruji dan stigmatisasi yang pernah dilalui sebagai konsekuensi mengarungi jalan ilahi yang ia yakini.

Sepekan sebelum menghadapi sidang vonis kedua sepanjang hidupnya pada tahun 2017 lalu, Mesias mengaku masih dapat tidur dengan nyenyak. Setiap malam ia masih rutin membaca kitab wahyu di sebuah sel yang berada di blok C229, Rutan Cipinang, Jakarta.

Selama enam bulan terakhir, Mesias bersama anak pertamanya, Andry Cahya dan Maftul Muis Tamanurung, ditahan di Cipinang. Sejak berstatus tersangka April 2016, mereka telah berpindah tahanan setidaknya tiga kali: Mabes Polri, Lapas Paledang, Bogor, dan Rutan Cipinang, dilangsir cnnindonesia.

Bagi para sipir di rutan itu, ketiganya merupakan tahanan spesial. Menurut Mesias, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan secara khusus menjauhkan mereka dari kelompok tahanan yang lain. Di C229, mereka berbagi ruang dengan seorang dokter yang didakwa melakukan tabrak lari.

“Di Paledang, kami diteror dan dipaksa salat. Penghuni Rutan Cipinang berbeda, mereka berpikiran terbuka, kalaupun ada pandangan negatif, mereka tidak membicarakannya di depan kami,” ungkap Ahmad Musadeq sapaan akrab yang sempat terkenal 2007 silam.

“Yang saya jalani ini biasa saja. Saya menggenapi yang harus dibenahi. Tugas saya hanya menyampaikan kebenaran yang Haq dari Tuhan Semesta Alam. Saya tidak menyesali perbuatan saya, tapi saya harus bersabar,” tuturnya.

Musadeq berkata, kepolisian, kejaksaan, Kementerian Agama, dan Majelis Ulama Indonesia menyebut Gafatar menjalankan sinkretisme atau mencampur baur ajaran lebih dari satu agama. Ia tak membantah atau membenarkan tudingan itu.

Gafatar atau Millah Abraham, kata Musadeq, merupakan cara pandang terhadap keilahian yang sudah muncul pada zaman nabi. Menurutnya ajaran itu perlahan hilang dan kini tidak lagi dikenali masyarakat.

“Saya ingin mengembalikan manusia ke fitrahnya. Saya tidak mempersatukan Tuhan, melainkan ajaran Dien Al-Islam yang Haq, tapi tidak ada yang paham (apa yang saya yakini),” ucapnya.

Musadeq menyatakan, Millah Abraham hanya mengakui satu Tuhan. Ia ingin menyebarkan ajaran itu karena menurutnya masyarakat kini menjadikan materi dan kekuasaan sebagai substitusi ilahi.

“Di Indonesia Tuhan tidak berkuasa, tapi politik dan hukum. Jadi ada kehidupan beragama dan bernegara, padahal dua hal itu seharusnya tidak dapat dipisahkan,” ujarnya.

Atas berbagai pemidanaan serta diskriminasi yang pernah dan sedang dihadapinya, Musadeq menyebut pergulatan menjalankan dan menyebarkan ajaran Millah Abraham serupa dengan perjalanan hidup para martir agama Abrahamik, seperti Yesus Kristus dan Musa.

“Rasul ditindas penguasa karena ingin mengubah kehidupan di dunia,” tuturnya.

Menurut pengikut Millah Abraham, pernyataan sesat dan menyesatkan yang ditudingkan kepada Musadeq dan pengikutnya perlu ditinjau ulang. Karena pengertian sesat manakala ada seseorang berjalan tanpa mengetahui arah dan tujuan yang jelas, maka dipastikan tersesat.

Sementara ajaran Millah Abraham memiliki arah dan tujuan yang jelas yang merupakan ajaran yang dianut oleh para nabi dan Rasul.

Bahkan ‘Anehnya’mereka (pengikut Millah Abraham atau mantan Eks Gafatar, red) tidak diberi ruang membuktikan kebenaran yang dibawanya. Bahkan mereka dipulangkan dengan paksa ketika hendak membangun kedaulatan pangan di Kalimantan.

Bagi pengikut Millah Abraham, semua yang mereka jalankan merupakan kensekuensi paham yang mereka anut. Bagi mereka, “Mutiara mau dimasukan dalam kubangan sekalipun akan tetap menjadi mutiara”.

Editor: Ferizal

KUKERTA UNRI

Tetap Terhubung

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Terbaru

Menuju Desa Sehat, KUKERTA UNRI Kelurahan Pematang Reba Lakukan Penanaman Tanaman TOGA

Wartautama.co (Inhu) - Pada Senin (02/08) Tim Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) mahasiswa Universitas Riau (UNRI) ajak warga manfaatkan perkarangan rumah untuk menanam Tanaman...

Presiden Jokowi Ajak Seluruh Elemen Bangsa Ikhtiar Melawan Pandemi Covid-19

Wartautama.co (Jakarta) - Saat ini, Indonesia tengah menghadapi ujian yang sangat berat yaitu pandemi Covid-19. Presiden Joko Widodo mengajak seluruh elemen bangsa untuk bergandengan...

Awasi Penerapan Prokes, Sertu Velky Laksanakan Patroli Di Pasar Sungai Apit

Wartautama.co (Siak) - Sertu Velky Babinsa Koramil 06/Sungai Apit, Kodim 0303/Bengkalis terus melaksanakan upaya untuk meminimalisir Penyebaran Covid-19 dengan melaksanakan patroli pendisiplinan protokol kesehatan...

Babinsa Koramil 06/Sungai Apit, Cegah Karhutla Dengan Patroli Dan Sosialisasi Di Wilayah Binaan

Wartautama.co (Siak) – Anggota Koramil 06/ Sungai Apit, Kodim 0303/Bengkalis Sertu Supardi bersama masyarakat kembali melaksanakan kegiatan rutin Patroli dalam rangka mencegah karhutla diwilayah...

Berita Terkait

Diprediksi Pecah Tahun 2021, Ini 6 Negara yang Diklaim Jadi Pemicu Perang Dunia 3

Wartautama.co – Ketakutan dunia akan Perang Dunia 3 muncul sejak awal tahun 2020 setelah kematian Mayor Jenderal Iran Qassem Soleimani dalam serangan udara Amerika...

WNA dari 30 Negara Ini Joe Biden Larang Masuk Amerika

Wartautama.co (Washington) - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memberlakukan larangan bagi sebagian besar warga negara non-AS yang baru-baru ini melakukan perjalanan ke Afrika...

Apakah Shiratal Mustaqim Itu ?

Wartautama.co (Pekanbaru) - Di dalam Ritual shalat ada banyak doa yang dibaca, termasuk di dalam surat Al-Fatihah mengandung doa agar kita ditunjuki jalan yang...

Hadapi Klaster Baru Kasus Covid-19, Malaysia Perpanjang PSBB Hingga Akhir 2020

Wartautama.co (Malaysia) - Pemerintah Malaysia memutuskan memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hingga akhir 2020 untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Seperti dilansir Associated Press,...

Kata Bank Dunia, 100 Juta Orang Bakal Jatuh Miskin karena Corona

Wartautama.co (Jakarta) - Pandemi virus corona (Covid-19) mungkin telah mendorong sebanyak 100 juta orang masuk ke dalam jurang kemiskinan yang ekstrim, demikian dikatakan Presiden...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini