Erdogan: Turki Tak Dukung Proyek Ekonomi AS untuk Perdamaian Israel-Palestina

WARTAUTAMA.CO (ANKARA) – Presiden Recep Tayyip Erdogan tak akan mendukung rencana ekonomi perdamaian Israel-Palestina yang digagas Amerika Serikat (AS).

Saat konferensi Bahrain pekan lalu, AS berkomitmen menggelontorkan investasi sebesar 50 miliar dolar AS di Palestina, Israel, dan negara sekitarnya, dalam 10 tahun, sebagai proyek ekonomi yang merupakan dari perjanjian damai.

Erdogan menegaskan tidak mungkin bagi Turki mendukung proyek ekonomi itu.

“Tak mungkin bagi kami mendekati masalah ini secara positif,” kata Erdogan, kepada wartawan di pesawat, dalam perjalanan pulang dari KTT G-20 di Jepang, sebagaimana dilaporkan surat kabar Yeni Safak.

Dana itu akan digunakan untuk proyek pengembangan jalan, penyeberangan perbatasan, pembangkit listrik dan pariwisata.

Berdasarkan hitung-hitungan AS, proyek ini bisa menyerap 1 juta lapangan pekerjaan bagi rakyat Palestina.

Namun, pemerintahan Presiden Donald Trump mengisyaratkan rencana politik tidak akan menyetujui berdirinya negara Palestina. Berbeda dengan proyek ekonomi, rencana politik sebagai usulan perdamaian Israel-Palestina ini baru akan disampaikan pada akhir 2019.

Jika benar tak menyetujui berdirinya negara Palestina, maka pemerintahan Trump meninggalkan kebijakan lama AS.

Pemerintahan Otoritas Palestina dan faksi Hamas secara tegas menolak proyek ekonomi itu dengan mengatakan usulan itu sama saja dengan menjual tanah Palestina.

Sumber: inews.id

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
BERITA TERKAIT
- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_img
BERITA TERBARU
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here