Pemilu 2019, Warga Kampar Divonis 4 Bulan Bui

0
38

KAMPAR – Pengadilan Negeri (PN) Bangkinang, di Kabupaten Kampar Riau memvonis 4 bulan penjara terhadap terdakwa Magribi melanggat UU Pemilu. Terdakwa terbukti melakukan pencoblosan suara Pilpres 20 kali untuk pasangan 02 Prabowo-Sandiaga Uno.

Sidang ini berlangsung, di PN Bangkinang, Selasa (28/5/2019) pada pukul 19.00 WIB. Majelis hakim dipimpin, Meni Warlia dengan anggota Nurafriani dan Ira Rosalin.

“Majelis hakim menjatuhkan vonis terhadap terdakwa Magribi 4 bulan penjara. Sidang putusan ini tanpa dihadiri terdakwa. Magribi juga didenda Rp 10 juta subsider 1 bulan kurungan,” kata Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan Lubis kepada detikcom, Rabu (29/5/2019).

Menurut Rusidi, putusan hakim ini lebih ringan dari tuntutan JPU, penjara 6 bulan dan denda Rp 10 juta subsider 2 bulan kurungan. Kasus pencoblosan 20 kali ini, sambung Rusidi, juga menyeret petugas KPPS Nurkholis.

“Majelis hakim juga memvonis Nurkholis dengan pidana 2 bulan penjara. Selain itu didenda Rp 10 juta subsider 1 bulan kurungan. Terdakwa Nurkholis juga tidak menghadiri sidang. Putusan ini juga lebih ringan dari tuntutan JPU dengan penjara 3 bulan dan pidana denda Rp 10 juta subsider 2 bulan kurungan,” kata Rusidin.

Kasus pencoblosan 20 kertas suara Pilpres untuk pasangan 02 ini terjadi pada 17 April 2019 di TPS 04, Desa Sipungguk, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar.

Rusidi Rusdan Lubis mengatakan, secara kemanusiaan turut prihatin terhadap kedua terdakwa.

“Karena (keduanya) menjadi korban politik. Saya mengapresiasi kinerja Bawaslu Kampar dan Sentra Gakkumdu Kampar yang telah bertindak tegas menegakkan hukum Pemilu tanpa pandang bulu,” kata Rusidi.

“Ke depan masyarakat harus hati-hati dan mesti berpikir ulang untuk melakukan tindak pidana Pemilu. Secara ekonomis saya yakin pelaku tak memperoleh keuntungan tapi akibat perbuatannya berakhir runyam,” tutup Rusidi.

(cha/rvk)

sumber: detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here